Life Was Like a Box of Chocolate

Life was like a box of chocolate, you never know what you’re gonna get!

Siapa yang pernah nonton Forrest Gump pasti pernah denger quote di atas. Quote tersebut sangat cocok dengan beberapa kejadian dalam hidup gue. Jadi teringat beberapa tahun yang lalu, waktu temen gue cerita pengalaman tugas akhirnya dia yang mantab menurut ukuran mahasiswa. Gimana dia cerita waktu dia berangkat pergi ke offshore, naik chopper, terus tidur di platform. Wow ! Gue pun segera komentar, “wih sadis banget lo bisa sampe naek choper segala, gue se-umur-umur belum pernah tuh yang namanya naik chopper”. Hidup pun berputar, dan dengan anugrah dari Allah tanpa disangka 3 tahun setelah temen gue cerita, sekarang gue setiap bulan sekali pasti naik chopper yang teman gue itu cerita. Di lokasi dan perusahaan yang sama.

Kejadian kedua waktu gue lagi proses training dan dapet giliran untuk ke offshore. Kebetulan saat itu kita di guide sama field engineer in-charge dan terakhir kita mampir ke FPSO sebelum akhirnya pulang ke Jakarta.  Saat itu gue dalam hati berguman “enak yah jadi field engineer, bisa tetep belajar engineering sekaligus dapet field experience”. Dan sekali lagi Allah memperlihatkan keajaibannya, setahun kemudian gue di assign untuk posisi itu.

Emang bener kata si om Steve Jobs, kita tidak mengkoneksikan setiap titik di kehidupan kita dengan cara melihat ke depan, karena kita tidak akan pernah tau what future will offer to us. Tapi ceritanya akan lain kalau kita melihat ke belakang,  titik-titik tersebut akan menjadi garis dan garis tersebut akan menjadi gambar yang indah dari kehidupan kita.

Highlight

Ternyata setelah melihat tanggal posting terakhir 2009, gue baru sadar udah lama juga gue gak nulis. Karena hampir setiap hari harus bisa meng-highlight report untuk bos, kita coba highlight perubahan-perubahan yang terjadi dalam hidup gue dari posting terakhir sampe skrg:

  • Akhirnya proses training di Star Energy selesai dan berakhir dengan memuaskan, gue dapet di bagian operation dan ditempatkan di Jakarta.
  • Beberapa bulan di Jakarta, assignment di pindah dan schedule pun berubah, 1 minggu field – 1 minggu break – 2 minggu office.
  • Udah punya tunangan. Semoga lancar terus sampai nikah, amien.

Ternyata perjalanan hidup hampir 2 tahun kalo di highlight cuman dapet 3 point. Wah sedikit juga yah ternyata. Ya sudahlah, nanti kita cerita-cerita lagi.

Note: Posisi sekarang sedang mengapung-apung di laut cina selatan dan udah mulai mengantuk.

Never Ending Asia – The Ending

Akhir setelah menempuh berjam-jam perjalanan, kami semua tiba di Yogyakarta. Setelah tiba di terminal Giwangan, hal pertama yang kami lakukan adalah mencari bis trans jogja, karena menurut informasi yang kami dengar sebelumnya, bahwa berputar-putar jogja itu paling enak itu pake trans jogja. Dengan bermodalkan kesotoyan tingkat tinggi kami pun keluar dari terminal untuk mencari halte trans jogja terdekat, tanya-punya-tanya ternyata halte trans jogja itu terletak di dalam terminal Giwangan, putar balik, banting kanan, kembali ke terminal Giwangan. Sampai di dalam Giwangan kami akhirnya menemukan halte trans jogja dengan bis kecilnya yang berwarna ijo lumut, bayar Rp 3000 kami pun mengambil bus dengan nomer trayek 3A, kalo di Jakarta mungkin namanya Koridor, dengan tujuan ke malioboro.

 

Read more

Never Ending Asia – The Beginning

neverendingjogja1

Sebuah perjalan ribuan kilometer, dimulai dengan satu langkah pertama

Dengan sedikit bumbu puitis-bombastis, dimulailah perjalanan empat orang anak muda menuju kota budaya yogyakarta demi melepas himpitan rumus dan logika-logika berpikir yang sudah termampat penat di dalam kepala. Perjalanan dimulai dari mess tercinta yang selama kurang lebih satu setengah bulan kami diami yang terletak di kota kecamatan cepu, blora. Berangkat sekitar pukul 12.30 siang, dimana matahari sedang ingin bercengkrama dengan panasnya yang menjilat-jilat, perjalanan dengan kaki hanya bertahan sekitar beberapa ratus meter dari mess, karena posisi abang becak yang sedang nongkrong dirasa begitu menggoda, jadilah kami melanjutkan perjalanan menuju ke terminal shadow *bayangan* tempat bis cepu – ngawi biasanya mangkal.

Read more

Recruitment Star Energy

star-energyKarena alhamdulilah udah keterima, jadinya mau sharing gimana kemaren proses recruitment kemaren di star energy, siapa tau bisa bermanfaat buat jobseeker di luar sana, biar ada gambaran gimana tes nya dan tahapan nya apa ajah. Proses recruitment star energy ada lima tahap, mulai dari psikotes sampe interview user, yuk mari…

Read more

Ideologi dan Kemiskinan

Di dunia ini banyak isme-isme atau ideologi yang berkembang seperti kapitalisme, komunisme, karena habis baca bukunya Muhmmad Yunus, jadi kepikiran pengen nulis, yuk mari..

Kapitalisme

Dalam ideologi ini kata kunci nya adalah kapital, free market, dan profit oriented. Ideologi ini selalu berorientasikan pasar. Ideologi ini percaya bahwa apabila pasar dibiarkan bebas maka kompetisi akan tercipta dan dengan adanya kompetisi tersebut maka pelaku-pelaku pasar akan berpikir kreatif untuk menyelesaikan masalah yang ada dengan lebih kreatif dan lebih efisien. Pasar akan selalu bergerak untuk mencari sebuah titik equibilirium dimana terjadi sebuah keseimbangan antara sebuah supply and demand. Dalam ideologi ini kontribusi seseorang terhadap sebuah sistem diukur dengan seberapa banyak sesorang bisa mengkonsumsi barang dan jasa, jadi dalam kata lain semakin banyak seseorang bisa mengkonsumsi suatu barang dan jasa (kaya) makin tinggi posisi sosialnya di masyarakat. Ideologi ini juga menganggap manusia hanya merupakan mahluk satu dimensi yang berorientasi kepada keuntungan dan manusia (buruh) sebagai nilai tukar sebuah ongkos produksi tanpa menaruh perhatian lebih terhadap aspek-aspek kemanusian lainnya. Dalam sebuah sistem kapitalis pasar akan selalu berubah dalam mencari titik stabilnya, seiiring perubahan pasar tersebut terkadang ada kejadian-kejadian yang diluar “kebiasaan” seperti jatuhnya harga properti di Amerika Serikat. Untuk masuk ke dalam pasar dibutuhkan kapital, dan tidak semua orang memiliki akses kepada kapital tersebut, sehingga berlaku hukum “yang kaya (pemilik kapital) makin kaya, yang miskin (tidak memiliki kapital) makin miskin”.

Read more

Sebuah Senyum untuk Calon Lidah Rakyat

Hari ini merupakan salah satu hari yang penting untuk masa depan bangsa ini, at least 5 years ahead. Hari ini serentak dari sabang sampai merauke melakukan pemilihan umum untuk memilih salah satu dari calon-calon yang ada. Menurut gue, esensi sebuah pemilu adalah mekanisme yang memungkinkan rakyat untuk memilih seseorang untuk mewakilinya di DPR nanti, entah itu DPR pusat, DPRD tingkat propinsi, DPRD tingkat kota. Nah, menurut gue lagi, keterwakilan itu bisa terwujud kalo pemilih dan calon yang akan dipilih sudah mempunyai kesamaan “tujuan” dan “cara” dalam kehidupan bernegara. Pada kondisi seperti sekarang dimana calon-calon yang ada hanya mementingkan bagaimana fotonya bisa berbeda dan diingat pada pemilihan nantinya, dan tidak mementingkan tentang “tujuan” dalam bentuk visi-misi dan “cara” dalam bentuk program kerja mereka.

Karena menurut gue dalam pemilu sekarang keterwakilan tidak akan terwujud, maka gue cuman men-contreng untuk kertas suara DPR-RI aja, karena gue udah sempet berkomunikasi dengan salah satu calon nya mengenai program kerja dan visi-misi. Untuk kertas suara yang lain, gue hanya memberikan sebuah senyum untuk calon lidah rakyat .

:)   :)

pemilu :)   :)

Telor dan Ayam

duluan mana ? telor atau ayam ?

Pertanyaan maenan waktu SD dulu. Kebanyakan orang pada jawab telor atau ayam *ya iyalah pilihan nya cuman itu* kalo yang ngejawab telor pasti alasannya karena ayam ditetaskan dari telor, kalo yang jawab ayam pasti alasannya karena telor ditelorkan *kok aneh yah bahasanya* oleh ayam. Selama ini jawaban yang menurut gue paling bagus yang gue terima yaitu dari nyokap gue,

ayam dulu, karena di Al-Quran adanya firman Allah yang menciptakan mahluk hidup (ayam) berpasang-pasangan, bukan telor berpasang-pasangan

Emang masih ada unsur agamanya sih, gak pure science, tapi at least menurut gue itu jawaban yang paling bagus.

Pada saat gue nulis blog ini, Indonesia lagi memasuki fasa yang nama kerennya ‘Pesta Demokrasi’ ya betul ! pemilu ! gak tau kenapa dari jaman Soeharto dulu yang belum demokrasi pun udah dibilang ‘Pesta Demokrasi’. Lanjutan dari tulisan sebelumnya yang berjudul ‘Inefficient Democracy’ gue akan berkomentar sedikit tentang kampanye kali ini.

Ada satu statement yang menurut gue cukup menggelitik:

n622088280_1425469_2570524Rony Soehartono: The fresh-faced 32-year-old, who is depicted as Superman on his posters with the tagline ‘Superoni’, said: “The public does not care about issues or programmes…As a candidate, you just want to stick out so they remember you on Election Day.”

The Straits Times, Singapore.

Read more

Traveling

travel-graphics-200_428731a

The World is a book, and those who do not travel read only a page- Saint Augustine

Traveling has been happened since the first human civilization. People tend to travel from place to place with many purposes. Some of them are searching for the new land while some of them search for fortune. That’s the origin from the old tag line “Gold, Gospel and Glory”.

Now days, traveling it’s more easy and cheap rather than before. The entire infrastructure has been built to cover all the traveler needs. Here I would like to present to you, couple reasons why we have to travel.

Read more

Obrolan Warung Kopi

Kemaren adalah hari yang melelahkan buat gue. Dimulai dari bangun pagi berangkat dari rumah depok saat matahari masih belum nampak sampe di kosan pada saat matahari baru terbit. Sampe kosan siap-siap untuk perjalanan mencari kerja, yah maklum namanya masih jobless jadi harus muter-muter terus hehe. Print CV dkk, mandi, meluncur ke kampus buat berangkat sama kawan-kawan rombongan penganguran.

Read more

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.